Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2016

11 Cara Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari (Bahaya Anak Tidur Larut Malam)

Bahaya dari anak yang tidur larut malam adalah dapat mengganggu perkembangannya.

Walaupun tidak terlihat bahaya besar yang ditimbulkan dari anak yang tidur larut malam.

Akan tetapi tetap saja kondisi ini tidak boleh dibiarkan jika berlangsung terus-menerus.

Pasalnya, tidur malam yang normal, menjadi saat penting untuk pemulihan tubuh, sehinga saat di pagi hari tubuh menjadi segar kembali.

Apabila anak sering tidur larut malam, maka dirinya tidak akan terbiasa bangun pagi. Padahal, seharusnya anak dibiasakan bangun pagi.

Cara Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari

Bahaya anak tidur larut malam:

Anak yang tidur larut malam, membuat dirinya jarang (atau kesulitan) berinteraksi dengan teman sebayanya...

...hal itu karena umumnya anak-anak (terutama balita) beraktivitas di waktu pagi menjelang siang. Lalu tidur siang dan baru keluar lagi di waktu sore sehabis mandi.

Anak yang dari kecil jarang bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, beresiko mengalami masalah pada stimulasi perkembangan motorik, observasi, maupun sosialnya


Menurut sebuah studi, bahwa Anak-anak yang sering tidur larut malam dan tidurnya tidak teratur, berpengaruh pada kinerja otak mereka.

Penemuan ini berasal dari studi yang dilakukan di Inggris, dengan melibatkan lebih dari 11.000 anak-anak berusia tujuh tahun.

Anak-anak yang tidak tidur teratur atau tidur diatas jam 21.00 memiliki skor yang rendah dalam membaca dan matematika.

Studi tersebut menjelaskan adanya kemungkinan terganggunya ritme tubuh dan menghambat otak untuk mempelajari informasi baru (akibat anak tidur larut malam).

Peneliti mengumpulkan data dari anak-anak berusia tiga, lima dan tujuh tahun, guna mengetahui kemampuan mereka mempelajari sesuatu, yang nantinya akan dikaitkan dengan kebiasaan tidur mereka.

Pemimpin studi, Prof Amanda Sacker dari University College London, menjelaskan bahwa hal yang terbaik adalah membuat anak agar memiliki jadwal teratur yang sedini mungkin,. Hal tersebut tidak pernah terlambat untuk dilakukan.

Bahaya lainnya anak tidur larut malam:
  • Anak beresiko lebih tinggi terkena diabetes saat dewasanya.
  • Anak tidur di kelas. Akibat tidak merasa segar dan energik, sehingga anak kesulitan untuk menyerap pelajaran diberikan oleh guru.
  • Anak menjadi lebih pemarah. Dirinya menjadi mudah tersinggung atau perilakunya cenderung hiperaktif.
  • Anak kurang konsentrasi.
  • Anak kesulitan berpikir logis.
  • Mengalami penurunan IQ. Para peneliti di University of Virginia, menjelaskan bahwa anak yang sulit tidur mengalami penurunan kecerdasan. Mereka mendapat skor nilai lebih rendah di sekolah, serta kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya.
  • Anak beresiko terkena masalah depresi dan kecemasan. Serta timbul gejala: anak emosional, mudah lelah, sering mual, sering khawatir berlebihan, dan anak merasa sedih. Dikhawatirkan mungkin rasa ketakutan bersarang di dalam pikirannya.
  • Kurang tidur pada anak dapat menyebabkan obesitas.

Penyebab anak tidur larut malam:
  1. Anak-anak yang awalnya sesekali saja tidur larut malam. Tetapi jika orangtua tidak membantu mengatasi masalahnya dan malah membiarkannya, lama-kelamaan pola tidur anak bergeser. Jam biologisnya pun lama-kelamaan akan mengikuti pola tidur larut malamnya.
  2. Anak belum mengantuk, dirinya masih ingin bermain atau melakukan suatu kegiatan bersama orangtua.
  3. Anak bisa juga tidak mengantuk karena terlalu lama tidur siang.
  4. Ada kekhawatiran anak berpisah dengan orangtua (anak takut sendirian). Anak mungkin merasa bahwa tidur bukanlah aktivitas yang menyenangkan, dimana ada kecemasan pada anak saat ditinggal orangtuanya.
  5. Ada tekanan emosi yang tak terungkap pada anak. Seperti: anak yang merasa kurangnya perhatian orangtuanya.
  6. Anak berharap kedatangan orangtuanya dari kantor, sehingga berusaha menahan kantuknya.

Cara mengatasi anak susah tidur di malam hari

#1. Mulai mengatur jadwal tidur ke waktu normal (secara perlahan)
Apabila anak selama ini sudah terbiasa tidur larut malam, seperti jam 11 malam, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan penjadwalan ulang secara bertahap.

Ingat!! Caranya tidak bisa langsung, akan tetapi dilakukan secara perlahan. Setiap 3 hari sekali, majukan jam tidurnya 15 menit lebih awal.

Anda perlu konsisten, melakukan terus secara bertahap sampai akhirnya anak terbiasa tidur mulai jam 8-9 malam.

Waktu tidur yang paling baik adalah tidak melewati jam 9 malam. Hal ini agar tidur dapat berkualitas, sehingga saat bangun sang anak menjadi fresh dan segar badannya.

Loading...

#2. Pisahkan lingkungan bermain / hiburam dari kamar tidur
Seperti salah satunya yang perlu dilakukan orang tua yaitu jangan meletakkan TV di dalam kamar tidur anak. Kalau kamar dipenuhi dengan hal-hal yang membuatnya tidak tidur (tertunda tidurnya), seperti TV, game, gadget dan sebagainya...

...maka alat-alat seperti itu akan menghambat proses tidur anak yang baik. Anak akan cenderung tidur lebih dari jam 9 malam, bahkan hingga larut malam.

Sehingga orang tua perlu mengusahakan agar menghilangkan segala macam yang dapat menganggu tidur anak di kamarnya.

#3. Beberapa ritual sebelum tidur
Beberapa hal sederhana yang perlu dilakukan anak menjelang 1-2 jam waktu tidur, yaitu gosok gigi, cuci kaki, ganti baju tidur. Kalau bisa, biasakan anak berwudhu sebelum tidur.

Setelah itu, baru meredupkan lampu (usahakan mematikan lampu sehingga gelap gulita), hal ini agar tidur sang anak bisa lebih tidur nyenyak, nyaman dan berkualitas.

Dengan melakukan beberapa hal tersebut, sangat membantu untuk mengatasi anak susah tidur cepat.

#4. Orang tua sepulang kerja, hindari kebiasaan membangunkan anak yang sudah tidur malam
Sebagian orang tua yang baru pulang kerja membangunkan anak ketika sudah tidur pulas. Hal ini kurang baik, karena kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi sang anak.

Selama tidur terjadi proses penting pada tubuh, seperti proses metabolisme tubuh. Sehingga sebuah kesalahan jika membangunkan anak yang sudah tidur di malam hari. Walaupun orang tua merasa sangat kangen sekalipun.

Membangunkan anak seperti itu, juga akan merusak jam tidur anak, yang membuat resiko anak mengalami tidur larut malam akibar kesalahan orang tuanya.

#5. Perhatikan kenyamanan anak saat tidur
Bersihkan tempat tidur anak, rapikan seprainya, selimuti anak, dan atur dengan baik beberapa hal lainnya. Sehingga tidur sang anak menjadi sangat menyenagkan. Hal ini membantu anak agar mudah tidur malam.

Dengan begitu, orang tua perlu memastikan kamar tidur anak sudah nyaman dan bersih. Selain itu. perhatikan juga suara yang bisa masuk ke dalam kamar. Karena bisa jadi, suara berisik akan mengganggu tidurnya.

Selain lingkungan yang nyaman, orang tua harus memerhatikan kebersihan tubuh anak agar dirinya semakin nyaman untuk tidur. Juga pastikan tubuh anak dalam kondisi sehat.

Lalu, jangan lupa mengatur suhu kamar anak dengan tepat, jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Bila cuaca di luar sedang dingin, maka berikan selimut.

Adapun jika kondisi udara panas, Anda bisa menyalakan pendingin ruangan (AC) untuk membuat kamar menjadi sejuk.


#6. Ingatkan anak untuk tidur malam, 1 jam sebelumnya, 
Ketika anak sedang asyik-asyiknya, pikirannya sedang mengarah pada kegiatan yang disenanginya. Maka menyuruhkan langsung tidur saat itu juga, menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan (biasanya anak akan menolak).

Sehingga agar anak tidak “kaget” untuk disuruh tidur malam, orang tua perlu secara rutin memperingati anak bahwa 1 jam lagi dirinya haurs tidur.

Jika anak tidur jam 8.30 malam, maka ingatkan pada jam 7.30 pada sang anak bahwa dirinya 1 jam lagi harus tidur.

Dan sebelum tidur jangan lupa untuk cuci kaki, ganti baju dengan piyama, menggosok gigi dll.

#7. Suasana menjelang tidur malam harus mendukung
Beberapa hal yang perlu dilakukan menjelang waktu tidur adalah mematikan televisi, meredupkan atau mematikan lampu ruangan, dan hindari berbagai aktivitas atau hal-hal yang bisa menarik perhatian anak dari rencana tidur.

Jangan biarkan TV, ponsel, tablet atau perangkat elektronik lainnya di kamar tidur anak. Selain itu, hindari aktivitas yang intens dan berat menjelang anak tidur.

#8. Batasi waktu tidur siang anak (maksimal 1 jam)
Tidur siang memang baik dan disarankan untuk anak, tetapi jangan membiarkan anak tidur siang terlalu lama, karena justru membuat anak susah tidur di malam hari.

Jika anak tidur siang, maka batasi hanya satu jam saja. Sehingga manfaatnya sangat besar bagi anak, berupa mengembalikan energi tubuhnya.

Anak yang tak terbiasa dengan tidur siang, akan terganggu kemampuan emosional, konsentrasi dan daya pikirnya.

#9. Dorong anak untuk bermain di pagi hari
Orang tua juga perlu memperhatikan waktu bermain anak. Disarankan untuk mengajak anak bermain pada pagi hari, karena sangat menyehatkan untuk anak, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan mentalnya.

Dengan bermain di pagi hari, anak menggunakan energinya saat itu, dan membuatnya lebih ceria dan bersemangat. Jika anak belajar setelahnya, maka dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik.

Dengan kebiasaan anak yang sudah aktif pada pagi hari, maka diharapkan pada malam harinya anak lebih mudah tidur.

#10. Jangan biasakan anak tidur saat masih sore
Jika belum waktunya tidur, usahakan jangan biarkan anak Anda tertidur. Lebih baik ajak dia bermain yang menyenangkannya, sehingga anak tidak merasa ngantuk sebelum waktu tidur.

Jika anak tidur pada sore hari, dikhawatirkan pada malam hari dirinya akan sulit tidur.

#11. Pastikan anak tidak dalam kondisi lapar
Tentunya saat perut kosong (alias belum makan), akan membuat tubuh ini menjadi gelisah. Alhasil, tidur pun menjadi tidak nyaman.

Untuk itu, penting melakukan makan malam bagi anak sekitar dua jam sebelum waktu tidurnya tiba. Ketika perutnya sudah kenyang, membuat tidurnya lebih nyaman.

Mengatasi susah tidur malam, khusus pada bayi

Usap tubuh bayi dengan air hangat. Bayi yang susah tidur seringnya karena merasa tidak nyaman. Salah satu cara untuk membuatnya nyaman adalah dengan menngusap tubuhnya menggunakan air hangat.

Orang tua juga perlu memberikan susu (terutama ASI) pada bayi. Bayi yang kenyang akan lebih mudah mengantuk, serta tidurnya nyenyak.

Hal lainnya, buatlah aroma terapi pada kamar bayi. Pemberian wewangian terapi di letakkan pada kamar bayi. Pemakaian aroma terapi agar membuat tidur lebih nyenyak.

Kandungan zat yang terdapat pada aroma terapi membuat seseorang lebih nyaman, sehingga sangat berguna yang terutama bagi orang yang mengalami gangguan tidur.

Minggu, 13 November 2016

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Sebagai orang tua pasti akan khawatir ketika mendapati tubuh si anak (apalgi jika masih bayi) terasa panas.

Ketika megalami hal ini, maka ada beberapa hal awal yang bisa dilakukan, sehingga tidak perlu landung tergesa-gesa ke dokter.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Dimana ketika demam menjadi pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan penyakit.

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam bisa dikatakan menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya yang bekerja dengan baik. Dimana baiknya sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan serangan penyakit.

Demam juga bisa menyerang anak kecil jika dia terlalu lama berada di bawah terik matahari panas. Anda  tidak perlu khawatir berlebihan jika anak masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Adapun beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada ketika sang anak mengalami demam, dengan tanda-tanda seperti berikut:
  1. Anak terlihat sangat lesu, serta tidak ada semangat saat dihibur atau diajak bermain
  2. Tidak nafsu makan
  3. Tidak responsif karena rasa sakit yang dialaminya
  4. Muncul ruam
  5. Anak uring-uringan saat tidur
  6. Pernapasannya terganggu
  7. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, dll
  8. Tubuh anak mengalami kejang

Demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh karena adanya benda asing di dalam sistem tubuh. Anak bisa demam setelah diberikan imunisasi, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis.

Demam juga disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh, kalau ini memerlukan antibiotika. Ketika anak demam, pertama kali orang harus mengetahui penyebab demam pada anak.

Penanganan yang berlebihan ketika anak mengalami demam, contohnya: langsung memberikan obat antibiotika, langsung melakukan cek darah, dll.

Hal ini malah bisa memberikan hal buruk dan merugikan pada anak. Sehingga masalah bukannya hilang, malah bisa muncul masalah lain.


Pengobatan demam pada anak
Jika anak mengalami demam, maka motivasi anak untuk lebih banyak minum air. Oang tua bisa menyuruh anak minum air sedikit demi sedikit.

Hal itu karena kondisi demam membuat anak kehilangan cairan, yang beresiko anak mengalami dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein dan minuman kaleng / bersoda.

Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen bisa diberikan kepada anak. Untuk  melakukannya, penting untuk selalu ikuti petunjuk dan aturan yang benar.

Perlu diketahui, umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis. Dengan memberikan obat pada anak diharapkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Hindari memberikan aspirin pada anak, karena menimbulkan efek samping sindrom / penyakit fatal yang memengaruhi otak dan hati.

#Pastikan anak istirahat yang cukup
Ketika anak sakit atau demam harus banyak-banyak untuk tidur / istirahat, hal ini pentig agar suhu tubuh dapat reda menjadi normal.

Jika anak sakit akan tetapi dirinya terus aktif bergerak, maka hal ini kurang baik, karena akan membuat tubuhnya sangat lelah sehingga kemampuan sistem tubuh dalam melawan penyakit menurun.

Tetapi hal ini bukan berarti anak seharian berda di tempat tidur, yang dimaksudkan dari banyak istirahat adalah porsi anak untuk tidur atau istirahat ditingkatkan dari biasanya (saat anak normal / tidak sakit).

Anak seharian berada di atas tempat tidur juga bukan hal yang diharuskan, kecuali jika kondisi sakit demam yang dialami anak sangat parah sehingga memasaksanya untuk seharian di tempat tidur.

#Mandi dengan air hangat
Anda bisa nemandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, yang bermanfaat untuk membantu meredakan demam anak.

Jika anak tidak mau mandi (karena sakit dideritanya) maka Anda bisa mengelap tubuh anak dengan handuk atau washlap basah yang hangat.

loading...

#Pijat dengan PepperMint Oil
Anda bisa memijat memakai PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya guna meredakan demam pada anak.

Nantinya, mentol yang ada di dalam PepperMint Oil berfungsi untuk melancarkan hidung yang tersumbat.

Orang tua bisa memijat bagian dada dan punggung anak secara perlahan.

# Motivsi anak agar banyak minum air putih
Kondisi  demam bisa memicu resiko terjadinya dehidrasi pada anak. Orang tua hendaknya jangan sampai lupa memmerikan minum air putih pada anak. Pastikan anak minum air putih yang cukup.

Selain itu, Ada bisa memberikan anak makanan berkuah kaldu, teh herbal / teh jahe, madu, dan jus buah (jambu, pepaya, strawberry, pear, dll).

#Berikan makanan yang agak pedas dan hangat
Kalau memang anak kuar untuk makan pedas, dan dirinya joga menyukainya. Maka orang tua bisa memberikan sedikit makanan pedas kesukaannya...

...seperti sup ayam, sup buntut atau bakso, dengan menambahkan lada di dalam makanan (tetapi jangan teralu banyak).

Hal itu karena makanan pedas bisa membuatnya anak berkeringat, serta juga dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini sangat baik.

#Perhatikan gizi makanan anak
Untuk anak, terutama saat sakit sangat penting untuk memberikan makanan sehat yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya dapat optimal.

Pastikan makanan yang dikonsumsi anak benar-benar bergizi. Anda bisa memberikan makanan kesukaannya yang sehat, seperti kaldu sup ayam, Sup iga, bakso, dll.

Penting bagi orang tua saat anak demam, untuk menghindari memberikan makanan kurang sehat  pada anak, seperti makanan instan, junk food, minuman bersoda dan semacamnya.

#Hendaknya orang tua membuat anak senyaman mungkin
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika, dari hasil studi menyarankan agar orangtua berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibandingkan sibuk memikirkan menurunkan suhu demam anak.

Karena penyebab demam bisa beragam, jika orang tua hanya berfokus menurunkan suhu demam, maka tidak memberikan hasi optimal untuk kesembuhan anak.


#Berikan obat penurun demam
Memberikan obat penurun demam pada anak tentunya sesuai dengan usianya, umumnya yang digunakan adalah parasetamol.

Parasetamol merupakan obat penurun demam yang dinilai memiliki efek samping yang rendah, sehingga penggunaan parasetamol dapat diterapkan pada bayi sekalipun.

Tetapi sangat penting untuk membaca petunjuk dokter agar menghindari hal yang tidak diinginkan seperti resiko gangguan fungsi hati (yang paling sering terjadi).

Sangat berbahaya jika memberikan dosis yang tidak tepat (dosis terlalu tinggi).

Beberapa tahun terakhir, terjadi penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen untuk mengobati demam pada anak.

Praktik seperti ini TIDAK DIANJURKAN karena meinumbulkan masalah yiaitu: sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.

Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam TIDAK TERBUKTI  secara ilmiah memiliki efek antipiretik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

#Penanganan dokter
Bagi bayi yang mengalami demam pada usia 3 bulan kebawah, dimana suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, maka lebih baik untuk membawanya ke dokter anak.

Terutama lagi jika muncul kondisi lain, seperti anak demam dengan kondisi urin yang kental, kakinya terus-terusan bergerak (tanda bagi tidak nyaman), maka dikhwatirkan bayi terkena infeksi saluran kemih.

Hal lainnya yang membuat orang tua perlu membawa bayi yang demam ke dokter adalah jika panas demam tidak turun-turun selama 3 hari, terjadinya mimisan ataupun bintik merah pada bayi.

Tips lainnya mengatasi demam pada anak:

#Saat anak menggigil atau kedinginan, sebaiknya anak diselimuti selimut yang hangat dan pastikan suhu rungan jangan terlalu dingin.

#Gunakan pakaian ringan (jangan pakaian terlalu tebal), serta berikan selimut pada anak. Memberikan pakaian yang terlalu banyak (atau juga terlalu tebal) justru mencegah panas tubuh keluar dari dalam tubuh, sehingga berdampak buruk pda anak.

#Hindari memberikan pada anak minuman yang mengandung kafein dan soda (seperti cola), karena beresiko terjadinya dehidrasi pada anak.

#Pastikan kamar tidur anak pada suhu yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jangan berikan baju terlalu tebal pada anak, hal ini agar panas tubuh bisa keluar maksimal.

#Usahakan untuk sering-sering memeriksa suhu tubuh anak. Orang tua bisa menggunakan alat termometer, jangan biasakan hanya mengandalkan rabaan tangan untuk mendeteksi suhu tubuh anak.

#Orang tua perlu selalu memastikan anak agar tidak merasa kedinginan atau kepanasan.

Mengatasi demam pada bayi
Orang tua perlu segera membawa sang bayi ke dokter jika masih berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi harus cepat ditangani dokter karena demam pada usia tersebut berpotensi sebagai tanda kondisi serius...

...selain itu, karena bayi usia tiga bulan ke bawah belum memiliki lapisan pelindung sel yang kaut antara aliran darah dan sistem saraf pusat.

Hal tersebut beresiko terjadinya masalah serius, berupa mikroorganisme yang menyebar dan merusak jaringan saraf.

Adapun bagi bayi di atas tiga bulan, maka bawa ke dokter jika demamnya tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam sejak bayi sakit demam.

Cara mengetahui demam pada bayi
Dengan menggunakan alat termometer, sisarankan untuk mengukur suhu tubuh bayi melalui anus karena bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan ketiak, mulut, dsb.

Termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada bayi.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, maa rang tua harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sehingga, sebelum digunakan harus dicuci hingga bersih.

Posisikan bayi Anda tengkurap, kemudian masukkan termometer yang telah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu orang tua bisa menariknya perlahan, kemudian melihat hasilnya.

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Penanganan demam pada bayi
Untuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, beberapa penanganan awal dan sederhana yaitu:

#Mandikan bayi menggunakan air hangat. Penting untuk memastikan air tidak terlalu panas bagi kulit bayi. Mandi air hangat bermanfaat untuk melancarkan pernapasannya, dan membaut tubuh bayi menjadi nyaman.

#Lalu pakaikan pakaian bayi dengan bahan yang cenderung tipis, jangan memberikan pakaian tebal bagi bayi yang demam.

#Pasikan bayi tidak kekurangan cairan (dehidrasi), berikan ASI, susu formula atau air putih.

#Adapun jika ingin memberikan obat mengatasi demam pada bayi, maka harus berkonsultasi pada dokter.

#Ingat, apabila demam menyerang bayi yang berusia tiga bulan ke bawah, hendaknya segera membawa sang bayi ke dokter.

Sabtu, 08 Oktober 2016

10 Bahaya Akibat Orang Tua Pilih Kasih Pada Anak

Bagi orangtua, salah satu masalah yang sering dihadapi adalah bagaimana supaya mereka tidak terlihat lebih sayang pada salah satu anak (alias pilih kasih).

Banyak cara yang ditempuh oleh para orangtua, misalnya dengan memberikan anak barang yang serupa, sehingga dapat meredam perasaan negatif di dalam diri anak-anak.

Ayah dan Ibu dituntut untuk mampu mengatur dan membagi kasih sayangnya sesama rata mungkin kepada seluruh anaknya...

...akan tetapi apa yang terjadi saat ini, banyak orang tua yang ‘secara sengaja dan terang terangan’ justru pilih kasih terhadap anaknya.

Bahaya Akibat Orang Tua Pilih Kasih Pada Anak

Akibat orang tua pilih kasih pada anak

Apabila orang tua merasa bahwa salah satu anaknya lebih ‘wow’ atau lebih dapat dibanggakan, entah itu anak lebih pintar, lebih cantik / tampan, atau kelebihan lainnya.

Dimana, biasanya anak yang memiliki banyak kelebihan akan lebih dimanja, akhirnya orang tua pilih kasih terhadap anaknya.

Jika orang tua sudah pilih kasih terhadap anaknya, mengakibatkan anak yang tidak merasa disayang cenderung memiliki kebiasaaan buruk, atau hal lainnya yang dapat membahayakan keselamatan anak dan juga keluarga itu sendiri

Menghancurkan semangat anak yang merasa kurang disayang
Anak yang lebih pintar “beresiko” terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Sebenarnya memanjakan anak secukupnya tidak terlalu masalah, apalagi jika sangat anak lebih pintar dan memiliki banyak prestasi...

...akan tetapi yang menjadi masalah jika rasa kecenderungan sayang pada salah satu anak saja tersebut sudah melewati batas...

...contohnya orang tua bersikap kurang baik pada anak yang tidak berprestasi di sekolah, berupa anak yang tidak memiliki prestasi ini diejek terus, terus terusan dibilang: “kamu itu makannya belajar yang rajin, lihat tuh saudara kamu bisa pergi kesana-kesini karena prestasinya. Makannya jadi orang itu yang pintar jangan bodoh”.

Mungkin saja kata-kata seperti itu bisa menjadi bentuk motivasi, akan tetapi bisa juga justru menghancurkan sehancur-hancurnya semangat anak.

Untuk itu, hendaknya orang tua mencari cara yang ‘baik’ dalam memotivasi anak, bukannya justru menghancurkan semangat anak...

...selain itu juga berdampak negatif berupa menanamkan rasa dengki dan kebencian di dalam diri anak pada saudaranya sendiri.


Memberikan kasih sayang yang berbeda pada anak juga membuat pertumbuhan psikis atau perkembangan kejiwaan anak yang mrasa kurang diperhatikan menjadi bermasalah, hal ini sebenarnya juga bisa berdampak pada anak yang terlalu disayang...

...karena efek konflik yang terjadi atas permusuhan saudaranya sendiri yang merasa kurang disayang orang tuanya, sehingga timbul ketidakseimbangan di dalam keluarga.

Jangan mengira anak-anak tidak akan tahu tentang perbedaan yang diberikan, walaupun saat itu mereka masih dianggap kecil, tetapi anak kecil sudah memiliki kemampuan menangkap perasaan.

Kondisi pilih kasih orang tua ini memberikan dampak buruk bagi semua anak-anaknya, baik itu anak yang terlalu disayang maupun yang kurang disayang...

...karena kondisi keluarga yang tidak seimbang berupa saudara membenci saudara lainnya, membuat hubungan menjadi tak harmonis.

Inilah yang menjadi siksaan, yang sering terjadi di dalam sebuah keluarga.

Anak-anak yang merasa tidak disukai orang tuanya mengalami beberapa hal buruk berupa depresi, agresivitas yang berlebihan, merasa rendah harga diri, dan prestasi sekolahnya yang cenderung tidak maksimal.

Loading...

Bahaya pilih kasih menurut Dr Ellen Weber Libby, psikolog anak di Washington DC
Orang tua yang cenderung hatinya pada salah seroang anak, atau dengan kta lain mempunyai anak kesayangan...

...sebaiknya jangan terlalu mencolok agar tidak merusak psikologi anak secara umum.

Sebuah survei dilakukan oleh Netmums, salah satu situs populer di Inggris, menunjukkan bahwa 1 dari setiap 6 ibu punya anak kesayangan dalam keluarga.

Dalam studi ini, lebih dari 1.000 wanita yang disurvei, hasilnya 16 persen dari mereka mengakui memiliki anak kesayangan.

Survei lainnya dilakukan oleh peneliti dari University of Manchester’s Faculty of Life Sciences, hasilnya menunjukkan bahwa setiap orangtua sebenarnya memiliki anak favorit. Hasil temuan ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Ecology pada tahun 2007.

Dalam bukunya 'The Favourite Child', Dr Ellen Weber Libby menjelaskan bahwa memiliki anak kesayangan akan menjadi kejam bila orangtua memperlakukan anak kesayangannya tersebut secara berlebihan.

Bila orangtua sangat mencolok sikap pilih kasihnya, maka Anak-anak yang kurang diperhatikan bisa merasa bahwa dirinya bukan orang yang penting di dalam keluarga, dan menyebabkannya rendah diri serta berbagai efek kejiwaan negatif lainnya.

Meski memiliki anak kesayangan, Dr Libby menyarankan agar orangtua memperlakukan setiap anak secara sama.

Pilih kasih pada anak bisa menjadi bentuk pelecehan emosional, apalagi jika sampai meremehkan dan menggunakan kata-kata kasar kepada anak yang “dianggap” tidak istimewa.


Cara agar orang tua tidak 'pilih kasih'
Tentunya orang tua HARUS tetap meluangkan waktu berkualitas bersama anak yang 'kurang favorit', orang tua harus mencari cara agar bisa menghabiskan waktu yang sama pada semua anak-anaknya secara adil...

...adapun kecenderungan hati pada salah satu anak memang sulit untuk dihindari, tetapi hendaknya jangan sampai diketahui anak-anak, atau jangan sampai orang tua terlihat jelas cenderung pada salah satu anak saja.

Orangtua jangan pernah mengatakan bahwa dirnya lebih menyukai anak yang satu dibandingkan yang lain, karena ini secara tajam akan melukai hati anak-anak lainnya.

Sebagai contoh, ketika ada seorang anak yang protes karena kurang mendapat perhatian, kesalahan orang tua justru berkata, "Memang, si adik lebih disayang karena lebih pintar", hendaknya orang tua bersikap tenang dan mampu mengendalikan diri...

...jangan sampai melakukan hal-hal yang memperburuk kondisi keluarga, hendaknya orag tua mengatakan bahwa dirinya mencintai semua anak-anak.

Orang tua harus berkomunikasi secara baik dengan anak-anaknya
Contoh kasus, si kakak sudah perlu sepatu baru, dan tidak perlu memberikan sepatu untuk adiknya juga (karena adiknya masih memiliki sepatu yang bagus).

Maka, jelaskan kepada si adik bahwa sepatu kakak sudah rusak, dan kakak memerlukan sepatu baru.

Begitu pula, ketika si adik yang membutuhkan kemeja baru, maka jelaskan pada si kakak.

Dengan bagitu, anak terlatih untuk tahu bahwa ia bisa memperoleh apa yang ia butuhkan pada waktunya, ia tidak akan mempermasalahkan jika anak lain dibelikan sesuatu.

Hal ini berbeda dengan hadiah, adapun hadiah jika satu anak diberi, maka yang lain juga harus diberi dengan kualitas yang sama.

Ketika orang tua menegur yang salah satu anak, tidak usah menyebut kelebihan anak yang lain.

Sebaliknya, ketika memuji yang satu, tidak usah menyebut kekurangan yang lain, misal, “Kamu memang rajin, tidak seperti kakakmu yang belajar harus dikejar-kejar.”

Bila si kakak mendengar hal itu, ia akan merasa kurang disayang.

Ketika orang tua menegur ataupun memuji anak, maka usahakan dilakukan secara 4 mata alias berdua saja.

Manfaat orang tua berlaku adil
Dengan orang tua berlaku adil maka membuat anak-anaknya akan berlomba-lomba untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Akan tetapi jika orang tua tidak adil (pilih kasih), maka anak yang merasa “terdzolimi” akan cenderung menjadi durhaka ke pada orang tuanya.

Senin, 25 Juli 2016

14 Bahaya Kecanduan Bermain Game Bagi Anak & Pelajar (24 Cara Mengatasinya)

Dunia anak memang sering disebut dengan dunia bermain, dimana anak-anak banyak menghabiskan waktu dengan bermain, baik itu dengan keluarga, saudara maupun teman-temannya.

Adapun yang menjadi pembahasan kali ini, bahwa fenomena saat ini, aktifitas anak untuk bermain di luar ruangan semakin menurun, hal ini merupakan hal yang kurang baik karena anak kekurangan aktivitas fisik (bukan berarti tidak boleh bermain di dalam ruangan)...

...salah satu penyebabnya anak terlalu sering bermain video game, yang sekarang ini semakin banyak jumlahnya, baik itu dimainkan di gadget, laptop, maupun komputer.

Banyak orangtua yang salah mengira, bahwa anaknya jenius karena pintar bermain game, yang terjadi justru anak-anak yang terlalu sering bermain video game bisa membahayakan kondisi fisik maupun psikologisnya.

Bahaya Kecanduan Bermain Game Bagi Anak & Pelajar (24 Cara mengatasinya)

Penelitian yang pernah dipublikasikan di Jurnal Pediatrics, antara lain penelitian dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Lowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009)...

...menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa kebanyakan bermain game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Game juga dapat membuat anak dan remaja kecanduan, seperti halnya obat narkotika, minuman keras ataupun judi

#1. Gangguan pada radang sendi anak
Masalah kesehatan yang tidak jarang dialami anak yang suka bermain game adalah postur tubuhnya yang membungkuk, karena posisi duduk anak yang tidak beraturan (dan kurang baik) saat bermain game.

Pada sebuah penelitian di Inggris dan Amerika Serikat, menemukan penyebab dari sakit dan nyeri yang dialami anak-anak setelah bermain game di handphone, ataupun membuka aplikasi lainnya selama berjam-jam…

...yaitu kondisi gerakan tangan yang sama dan berulang-ulang saat anak bermain game di handphone. Yang jika sudah sangat lama menggunakan handphone, maka memberikan dampak cukup parah berupa rasa nyeri yang dahsyat di pergelangan tangan.

#2. Gangguan pada penglihatan anak
Sering bermain game juga bisa menimbulkan masalah pada organ mata, bermain game yang terlalu lama disertai dengan jarak mata dan monitor yang terlalu dekat, dapat memberikan dampak buruk pada penglihatan anak.

Menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., seorang play therapist, bahwa bermain game di handphone, laptop komputer atau gadget lainnya memang memberkan daya stimulus yang kuat bagi anak, karena adanya gerak dan suara.

Tetapi, terlalu lama bermain game bisa menimbulkan bahaya, dimana menyebabkan anak sering “terlalu” fokus pada layar saja, yang mengakibatkan tracking pada mata, yang akhirnya menurunkan kemampuan anak dalam membaca.


#3. Bahaya obesitas pada anak
Sering bermain video game, membuat kurangnya aktivitas anak di luar ruangan, dimana mereka hanya duduk saja depan layar bermain game hal ini membuat anak bisa terkena obesitas.

Walaupun jarang terjadi, tetapi anak yang sudah kecanduan bermain game ini, minimalnya akan mengurangi aktivitas geraknya, dimana seharusnya anak seumumrnya perlu sering melakukan aktivitas fisik, guna menunjang kekuatan tubuhnya yang sedang tumbuh.

#4. Gangguan motorik anak.
Tubuh yang jarang untuk digerakan ini, terutama lagi pada anak-anak, beresiko mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya, yang bisa memberikan risiko fatal pada anak.

#5. Gangguan kesehatan secara umum
Menatap layar video games terus menerus dalam waktu yang lama, mengakibatkan anak rentan mengalami sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, hingga gangguan penglihatan.

#6. Banyak game yang mengandung unsur kekerasan
Terlalu sering bemain game akan berpengaruh negatif terhadap kepribadian anak itu sendiri. Hal itu karena saat anak berumur dala, rentang 4-17 tahun akan cenderung menyerap dan meniru segala sesuatu yang dilihatnya.

Yang menjadi masalah, banyak sekali game game yang biasa dimainkan oleh anak-anak mengandung unsur kekerasan, sehingga tidak mendidik...

...hal inilah yang memicu karakter anak terbentuk menjadi seorang pemberontak, susah diatur dan sering membuat masalah.

#7. Perubahan sikap dan perilaku anak
Hal yang tidak kalah buruknya, bahkan sangat buruk, anak seharian bermain video game membahayakan kondisi psikologisnya, lebih parah lagi jika game yang dimainkan oleh anak mengandung unsur kekerasan.

Hal ini bisa berakbiat fatal, sangat dikhawatirkan anak akan menirukan apapun yang telah dilihatnya, sehingga janganlah heran jika sekarang sering ditemukan kasus kekerasan yang pelakunya ternyata masih anak-anak usia sekolah dasar.

Penelitian ilmiah yang telah dilakukan, menemukan hasil bahwa anak yang sering bermain game dengan konten kekerasan cenderung berprilaku lebih agresif.

Sebuah kasus yang terjadi pada seorang anak berusia empat tahun. Dia sering bermain game Angry Birds, dan saat sang ibu memintanya untuk berhenti memainkan game…

...maka responnya menjadi agresif dan berani membentak. Apabila handphone yang dipegangnya (untuk bermain game) diambil paksa, maka dia mulai menangis.

Kejadian ini menimbulkan sebuah kekhawatiran tersendiri bagi orang tua, terhadap kondisi perkembangan mental anak.

#8. Masalah sosialisasi pada anak
Aanak bermain game, maka dirinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia).  Hal ini menyebabkan anak akan tumbuh menjadi sosok yang merasa canggung dan kurang nyaman ketika bergaul dengan teman-temannya.

Sebuah studi oleh National Institute yang berbasis di Minneapolis untuk Media dan Keluarga, menemukan hasil penelitiannya bahwa video game bisa menjadi adiktif bagi anak-anak.

Kecanduan video game pada anak beramibat meningkatkan depresi dan kecemasan. Anak-anak yang kecanduan game menunjukkan fobia sosial. Sehingga anak-anak yang kecanduan video game mengalami prestasi sekolah yang buruk.

#9. Mengalami masalah komunikasi
Kegiatan berkomunikasi tidak hanya berupa bicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi perlu juga memiliki kemampuan membaca ekspresi lawan bicara, serta kondisinya.

Anak yang kurang sering bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari, biasanya akan kesulitan untuk memiliki kemampuan ini.

Loading...

#10. Mengikis empati anak
Tidak jarang menimpa anak, yang bermaini jenis game yang memiliki konten kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dsb... mengakibatkan terkikisnya empati si anak terhadap orang lain.

Hal ini tentu sangat tidak baik. Tidak sedikit anak-anak yang meniru tokoh pahlawan dalam permainan gamenya, sehingga melakukan kekerasan terhadap teman-temannya.

Hal ini karena anak mengalami obsesi negatif, yaitu perasaannya yang tertekan ketika tidak bermain game, sehingga anak terus berpikir tentang game dan ingin bermain untuk waktu yang cukup lama.

#11. Mengabaikan kebutuhan lain.
Misalnya terganggunya belajar anak, makan, mandi, tidur, dan anak lebih suka bermain game sendiri di depan komputer dibandungkan bergaul dengan saudara atau teman di lingkungan sekitarnya.

Seharian bermain game membuat anak terisolasi secara sosial. Anak lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain game, dari pada kegiatan penting seperti mengerjakan PR, olahraga, belajar, membaca buku bermanfaat, olahraga, dan berinteraksi bersama keluarga dan teman-teman.

#12. Mendorong ketidakjujuran
Mengenai waktu dan uang yang sudah mereka habiskan untuk bermain game, ketika ditanya tentang aktivitasya dan uang yang digunakannya, mereka akan melakukan kebohongan untuk melindungi kesenangan bermain gamenya.

#13. Anak tidak mampu mengendalikan diri
Pecandu game yang sudah parah, yang beramin bisa sepanjang malam. Sehingga tidak ada aktivitas lainnya yang seharusnya dilakukannya, hal ini akan menghambat kemampuan anak dalam mengatur waktunya sendiri dengan baik.

#14. Mempengaruhi otak
Perubahan struktur otak akibat kecanduan game dapatdiketahui dengan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonansi Imaging). Pecandu game mengalami peningkatan metabolisme glukosa dalam gyrus orbitofrontal kanan tengah, nukleus caudatus kiri, dan insula kanan dari otak.

Kesenangannya membuat anak “terlalu” lama bermain game, yang akhirnya berakibat pada perubahan struktur dendrit sel-sel di otak, yang menyebabkan anak mengalami masalah dalam mengontrol perilaku sehari-harinya.

Pada penelitian yang diterbitkan di Psychology of Popular Media Culture pada tahun 2012, penelitian tersebut menemukan bahwa bermain game (terlalu lama) dapat menyakiti masalah konsentrasi...

...memang bermain game meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi dalam jangka pendek, tetapi merusak konsentrasi dalam jangka panjang .

Data dari penelitian di Amerika serikat menyatakan 1 dari 10 gamer mengalami gangguan kehidupan sosial, prestasi belajar, sekolah dan masalah di pekerjaan bagi orang dewasa.

Walaupun sekarang banyaki game ataupun aplikasi yang dikembangkan khusus untuk anak-anak, akan tetapi penggunaan yang berlebihan tetap saja berakibat fatal bagi anak-anak.

Beberapa dampak negatif dan bahaya bermain game video game bagi anak, mencangkup game online, game komputer / laptop, tablet, hingga Hand Phone.


Cara mengatasi kecanduan bermain game (online, dll) bagi anak & pelajar
  1. Penting membatasi waktu bermain game online ataupun lainnya, maksimal hanya 2 jam sehari (kalau bisa batasi hanya 1 jam dalam sehari). Hal ini untuk mencegah anak kecanduan.
  2. Pastikan anak sebelum bermain game, semua tugas sekolahnya sudah diselesaikan, karena setelah bermain game, biasanya anak akan kelelahan pikirannya.
  3. Buat sebuah peraturan bersama anak, bahwa jika ingin bermain game maka sebelumnya perlu melakukan aktivitas belajar dan kegiatan sosialisasi dengan teman-temannya.
  4. Expose anak ke aktifitas lain. Orang tua bisa mengarahkan anak untuk bergabung ke dalam suatu kegiatan positif, utamanya yang berkaitan dengan manfaat secara fisik dan kemampuan sosialisasi.
  5. Awasi aktivitas anak saat bermain game, pastikan agar jangan sampai meniru hal-hal buruk yang mungkin terdapat pada game yang dimainkannya.
  6. Pilih jenis permainan yang edukatif, yang juga sesuai dengan usia anak.
  7. Hindari meletakkan perangkat bermain video game di kamar anak, hendaknya diletakkan di ruang keluarga, sehingga orang tua tetap bisa mengawasi.
  8. Jika isi game menyimpang, pahamkan anak bahwa kehidupan nyata tidak seperti yang digambarkan dalam permainan game tersebut (yang dimainkannya).
  9. Ajak anak tamasya seperti ke pantai atau keluar kota, dimana anak nantinya menikmati alam bersama keluarga.
  10. Ajak anak melakukan kegiatan olahraga, hal ini membantu anak untuk melupakan game online. Anda bisa mengajak anak pergi ke taman untuk bermain sepak bola, basket, bulu tangkis, baseball, dll.
  11. Doronglah anak untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler sekolah, biasanya ada banyak jenis estrakurikuler sekolah, dorong anak agar menyukai salah satunya, hal ini membuat anak terlatih untuk bersosialisasi serta melatih fisiknya.
  12. Ajak meraka untuk ikut mengaji di masjid, seperti belajar membaca Al-Quran, melakukan sholat dan mendengarkan ceramah. Hal ini sangat penting untuk anak, selain untuk fisik dan mentalnya, juga menambah keimanan mereka kepada Allah, sehingga kelak tumbuh menjadi orang yang baik.
  13. Dorong dan dukung anak jika dirinya mulai ingin berhenti bermain game online, pastikan orang tua dekat dengan anaknya, sehingga anak dapat terbuka dalam mengungkapkan masalah-masalahnya.
  14. Dorong anak hingga akhirnya mau berbaurlah dengan orang lain, hal ini karena berinteraksi dengan orang lain sangatlah penting, tugas orang tua adalah  mencarikan teman-teman yang baik bagi anak.
  15. Orang tua perlu secara bertahap menjauhkan perangkat game dan aplikasi game dari jangkauan anak-anak. Jika bisa, sembunyikan perangkat game. Tetapi ingat, tindakan ini perlu dilakukan secara bertahap, agar anak tidak kaget dengan hal ini, sehingga lama kelamaan anak akan terbiasa, mungkin proses ini membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
  16. Jika memang orang tua tidak bisa menyembunyikan perangkat game dari anak-anak, maka setidaknya letakan perangkat game (komputer, lapop, tablet, dll) di ruang terbuka, seperti di ruang keluarga.  Sehingga orang tua bisa mengawasi anak dalam bermain game.
  17. Tidak perlu langsung melarang anak total berhenti main video game, bisa saja anak apabila dilarang total main game di rumah, maka akan lari ke warnet, sehingga menghentikan kebiasaan anak main game secara perlahan.
  18. Hindari bersikap otoriter, jangan merebut paksa perangkat game yang sedang dimainkan anak, kalau masih bisa melakukan dialog secara lembut, hingga anak mengerti. Tindakan otoriter hanya menghentikan sementara, tetapi di lain waktu membuat anak “lebih berani”, dan balik memusuhi orang tuanya.
  19. Orang tua juga bisa mengajak anak bicara baik-baik, agar nantinya bisa dibuat perjanjian bahwa mereka hanya bisa bermain game di waktu libur saja.
  20. Coba mengalihkan perhatian anak dengan beragam kegiatan, agar hari-hari anak padat dengan akivitas yang bermanfaat, di lain waktu Anda bisa mengajak anak berjalan-jalan untuk merefresh pikirannya.
  21. Pilih game yang sesuai dengan usia anak, yang mendidik anak, merangsang daya nalarnya, pengetahuan, menghibur, membangun imajinasi dan kreatifitas anak. Penting menghindari game dengan unsur kekerasan, seperti adegan berkelahi, membunuh, memukul, darah berceceran, dll.
  22. Apabila memang akan membelikan game untuk anak, pastikan tidak membelikan games yang berlogo M atau A,  karena itu adalah logo yang menandakan game tersebut hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa, atau 18 tahun keatas. Pilih yang berlogo misal eC =Early Childhood, atau E=everyone,
  23. Pastika kedua orangtua sudah cukup memberikan waktu dan perhatian untuk sang anak, hal ini agar mencegah anak asyik dengan aktivitas yang menyimpang.
  24. Jangan lupa! Dari temannya, terkadang anak saling mengkopi games, orang tua perlu mengontrol game yang dimainkan anak.

Minggu, 24 Juli 2016

13 Bahaya Obesitas pada Anak Usia Sekolah (Penyebab & Cara Mengatasinya)

Dokter Laila Hayati, M.Gizi, SpGK di dalam acara SOHO #BetterU: Hari Gizi Nasional, membahas tentang obesitas, yang merupakan suatu kondisi penumpukan jaringan lemak berlebihan di dalam tubuh.

Masalah obesitas tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga di negara berkembang, termasuk di Indonesia.

Angka obesitas di kalangan anak di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Salah satu faktornya karena meningkatkan kondisi ekonomi keluarga, yang berimplikasi semakin mudahnya akses pada berbagai bentuk macam makanan, terutama yang tinggi kandungan lemak dan gula.

Faktor lainnya, sekarang banyak anak yang menghabiskan waktunya bersama perangkat (gadget) permainan elektroniknya.

Disisi lain, tidak sedikit orang tua yang senangnya ketika anaknya gemuk atau chubi, karena akan menjadi fokus utama lingkungan sekitar menjadi hal menyenangkan, bahkan banyak yang mencubit, mencium karena gemas melihatnya.

Bahaya Obesitas pada Anak Usia Sekolah (Penyebab & Cara Mengatasinya)

Penyebab lainnya obesitas (kelebihan berat badan) pada anak karena faktor keturunan. Resiko obesitas bisa meningkat pada anak yang memiliki orang tua yang juga mengalami obesitas.

Penyebab paling utama anak obesitas adalah pola makan, beberapa makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak memberikan dampak kegemukan, seperti coklat, permen, minuman dan makanan tinggi kandungan gula, junk food, keju, dll.


Faktor psikologis juga bisa menjadi penyebab
Obesitas yang dialami oleh anak atau remaja, terkadang terjadi karena mereka menjadikan makanan sebagai pelarian dari rasa putus asanya (frustrasi) terhadap pelajaran di sekolah atau masalah lainnya yang dihadapinya.

Cara mengetahui obesitas pada anak
Masalah obesitas pada anak mudah dikenali. Beberapa gejala klinis mudah terlihat seperti tinggi dan berat badan yang tidak seimbang, ukuran penis yang terlihat kecil (karena tenggelam akibat jaringan lemak di sekitar penis yang meninggi)...

...kemudian penumpukan lemak di sekitar perut dan sekitar payudara, dan bentuk kaki yang bengkok akibat terlalu berat menopang beban tubuh.

Dokter Laila Hayati, M.Gizi, SpGK menjelaskan pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, rendahnya kontrol orang tua terhadap makanan yang dikonsumsi anak, menjadi faktor dominan anak terkena obesitas. Menurutnya, obesitas bisa dicegah.

Obesitas pada anak bahayanya tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis. Anak yang mengalami obesitas juga dapat mengalami masalah secara sosial dan emosional.

Sehingga, masalah ini tidak bisa dianggap sepele, kegemukan pada anak menimbulkan beberapa masalah yang cukup serius, berikut di bawah ini pembahasannya:

(masalah pada fisik)

#1. Diabetes tipe 2
Obesitas pada anak banyak terjadi karena pola makan yang tidak baik (makan berlebihan), salah satunya konsumsi makanan dan minuman manis yang telalu banyak.

Diabetes tipe 2 adalah sebuah penyakit kronis yang paling mungkin terjadi pada anak obesitas. Ilmu kedokteran di Amerika Serikat mengemukakan diabetes tidak hanya berpotensi menyerang orang dewasa, tetapi juga rentan menyerang anak usia belasan tahun yang mengalami kelebihan berat badan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada sebelas anak. Sebelas anak yang sedang terserang diabetes dan membutuhkan lebih banyak insulin untuk menghilangkan ketergantungan terhadap pil diabetes.

Seperti dilansir dari AP,  seorang ahli bedah anak di Cincinnati Children's Hospital Medical Center yaitu D. Thomas Inge menemukan keterkaitan kelebihan berat badan pada anak dengan resiko diabetes tipe ke-2.

loading...

#2. Asma
Anak-anak yang kelebihan berat badan lebih berisiko terserang asma. Hal itu karena kelebihan lemak di dalam tubuh yang dapat berakibat anak rentan mengalami sesak napas

Bobot tubuh berlebihan mendatangkan beban tambahan bagi paru-paru, menyebabkan munculnya penyakit ini.

#3. Sistem imun yang terganggu
Obesitas meningkatkan resiko inflamasi. Dimana masalah inflamasi bisa mempengaruhi otak, yang membuat suasana hati lebih mudah berubah.

#4. Kolesterol dan tekanan darah tinggi
Konsumsi makanan secara berlebihan, ataupun konsumsi makanan yang tidak sehat, tinggi lemak, tinggi kandungan gula dll, bisa mengakibatkan anak mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Hal itu karena terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah, karena terlalu banyak lemak didalam  tubuh. Penumpukan plak ini, jika berlangsung terus-menerus dalam waktu panjang membuat penumpulan tersebut masuk ke tahap mengeras, dan akhirnya menyumbat pembuluh darah, yang artinya meningkatnya resiko serangan jantung dan stroke.

Dokter Laila Hayati, M.Gizi, SpGK mengatakan bahwa obesitas dapat menyebabkan arteri karotis dan kolesterol tidak normal, karena kondisi di dalam darah terdapat banyak lemak sehingga membahayakan pembuluh darah.

"Orang yang mengalami obesitas juga berpotensi mengalami gangguan hati, gangguan makan, anoreksia, infeksi kulit dan asma, serta gangguan pernafasan lainnya," katanya

#5. Perlemakan hati non-alkohol
Perlemakan hati non-alkohol merupakan penyakit organ hati karena masalah kegemukan yang dialami, bukan karena konsumsi alkohol. Penyakit ini mengakibatkan jaringan parut dan kerusakan hati.


#6. Pubertas dini
Obesitas juga mengakibatkan anak mengalami ketidakseimbangan hormon, hal ini jarang dibahas. Akibat kondisi ketidakseimbangan hormon membuat anak bisa mengalami pubertas dini, seperti menstruasi lebih awal dari umumnya yang terjadi.

#7. Gangguan pernapasan
Anak yang mengalami obesitas lebih rentan terkena masalah gangguan pernapasan. Sehingga, anak sering mendengkur saat tidur.

#8. Gangguan tidur
Masalah obesitas bisa membuat pernapasan anak yang mengalaminya menjadi tidak normal, seperti yang sering terjadi adalah mendengkur saat tidur. Kualitas istirahat (tidur) anak menjadi menurun akibat gangguan pada pernapasannya ini.

Salah gangguan tidur yang paling dikhawatirkan pada anak dengan obesitas adalah OSA (obstructive sleep apnea), merupakan sebuah kondisi napas berhenti saat tidur yang akhirnya dapat menyebabkan kematian.

(masalah sosial dan emosional)

#9. Merasa rendah diri
Tubuh dengan berat berlebihan kerap membuat orang menjadi tidak percaya diri dalam pergaulan sehari-hari. Tidak jarang kita lihat anak obesitas seringkali diledek atau bully di sekolah.

Tentunya, fenomena seperti ini tidaklah baik, yang membuat anak sering di-bully akan merasa rendah diri, sehingga sulit bisa memunculkan rasa percaya dirinya.

Hingga dampak yang terburuk adalah anak mengalami stres dan depresi, seperti di negara Jepang dimana banyak anak umur sekolah melakukan bunuh diri karena di-bully oleh teman-teman di lingkungannya.

#10. Gangguan perilaku
Anak obesitas lebih berisiko mengalami masalah kecemasan, yang berimplikasi pada keterampilan yang menjadi kurang baik di sekolahnya. Hal ini terus berimplikasi pada gangguan perilaku pada anak obesitas, yang membuat anak menarik diri dari lingkungan sosial.

#11. Depresi
Depresi menjadi komplikasi yang sangat serius dapat dialami anak obesitas. Tanda-tanda anak yang depresi yaitu sering menangis, hilang semangat tiba-tiba, kehilangan minat dalam kegiatannya sehari-hari, dan tidur lebih lama waktunya (dari biasanya dia tidur).

Rasa tidak nyaman dan percaya diri membuat anak menjadi rentan mengalami depresi, sehingga orang tua perlu mendampingi.

#12. Prestasi sekolah Anak menurun
Sebuah penelitian di Amerika dan Inggris menemukan bahwa obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak, tetapi juga prestasinya di sekolah, terutama pada anak remaja perempuan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada sekitar 6.000 pelajar di Inggris, membandingkan antara indeks massa tubuh pada para pelajar, dari ketika mereka berusia 11-16 tahun dengan prestasi mereka di sekolah.

Sekitar 71% pelajar memiliki berat badan normal, dan sekitar 15% pelajar mengalami obesitas pada awal penelitian dilakukan.

Para peneliti kemudian memberikan ujian akademis berupa ujian bahasa inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 kali, yaitu saat mereka berusia 11, 13, dan 16 tahun.

Dengan menyingkirkan faktor-faktor resiko lainnya, diantaranya status sosial ekonomi, IQ anak, dan siklus menstruasi, para peneliti menemukan (dari hasil penelitian panjang tersebut) bahwa remaja perempuan yang sudah terkena obesitas ketika berumur 11 tahun memperoleh nilai yang lebih buruk ketika berusia 11, 13, dan 16 tahun, dibandingkan remaja yang tidak mengalami obesitas.

Penyebab obesitas menurunkan prestasi sekolah anak (terutama pada remaja perempuan) masih belum bisa dipastikan, dugaan kuat adalah bahwa obesitas mempengaruhi kesehatan mental para remaja.

Utamanya pada anak remaja perempuan yang lebih terpengaruh oleh kondisi berat badannya (yang tidak ideal) dibandingkan anak laki-laki.

Obesitas membuat anak tidak percaya diri, tidak nyaman, tidak mencintai dirinya sendiri, hingga bisa mengalami depresi. Hal ini berefek buruk pada kemampuannya dalam menyerap pelajaran di sekolah, bahkan anak bisa bolos sekolah karena di-bully teman-temannya.

#13. Masalah lainnya
dr Damayanti R Syarif, SpA, dari Subbagian Nutrisi dan Metabolik Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, menjelaskan bahwa anak obesitas rentan mengorok dan terbangun pada malam hari, sering mengompol, sering mengantuk pada pagi hari, yang membuat porses belajarnya terganggu.

Obesitas juga mengakibatkan komplikasi seperti, nyeri abdomen, gangguan fungsi hati, psikososial dan perkembangan seksual. dr Damayanti R Syarif, SpA mengatakan sampai saat ini belum ditemukan obat-obatan resmi untuk mengatasi anak yang mengalami obesitas.

Selain itu, menurunkan berat badan pada anak obesitas tidak boleh secara drastis, tetap penting memperhatikan diet kalori seimbang sesuai dengan usianya.

Disrankan melakukan aktivitas 20-30 menit per hari (minimal 4 kali seminggu) untuk melakukan jalan-jalan, bersepeda, jongging, dll, hal ini berdasarkan dari apa yang disukai anak.

dr Damayanti R Syarif, SpA juga meminta agr orang tua mengurangi waktu anak untuk nonton televisi. Diring anak untuk melakukan aktivitas gerak, tetapi jangan berlebihan juga (seperti olahraga terus menerus sampai 2 jam, dll)  karena malah memberikan efek negatif.

Ukur tingkat kegemukan berat badan dengan teknologi IMT
IMT merupakan pengukuran untuk menentukan apakah berat badan seseorang diklasifikasikan sebagai berat badan di bawah normal, normal (ideal), kelebihan berat badan, dan obesitas.

IMT diukur dengan rumus berat (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter2). Pengukuran IMT anak Anda akan dibandingkan dengan IMT anak-anak lain dengan jenis kelamin, usia dan tinggi yang sama.

Untuk menghitung IMT anak Anda bisa dilakukan dengan mudah di situs Kidshealth.org

Cara mengatasi bahaya obesitas pada anak sekolah
Perliu diingat, pengurangan berat badan harus dilakukan dalam jangka panjang, yang dilakukan secara bertahap. Normalnya dapat menurunkan bobot tubuh sekitar 0,5-0,9 kilogram per minggu.

#Bicara dari hati ke hati dengan anak
Pembicaraan berat badan menjadi topik sensitif, terutama pada anak baru yang beranjak remaja. Tetapi, tidak membicarakannya sama sekali juga salah, sehingga disinilah pentingnya kebijakan orang tua.

Hal penting yang perlu dilakukan, yaitu pastikan anak tahu bahwa proses mengatur pola hidup berguna untuk penurunan berat badannya, sehingga dirinya menyadari tentang apa yang dilakukannya  demi kebaikan, sehingga anak tidak mengeluh walaupun dilakukan dalam jangka waktu yang lama sekali.

Orang tua juga perlu “merayu” anak bisa terbuka dengan masalah-masalah yang dihadapinya, berikan pujian ketika ada keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh anak, walaupun kecil.

Ingatkan anak bahwa Anda mencintainya “tanpa syarat” apapun, walaupun tubuhnya yang gemuk, wajahnya yang tidak ganteng atau cantik, dsb. Sehingga bagaimanapun kondisi anak,  bagaimanapun yang dikatakan orang lain tentangnya...

...pastikan sang anak mengetahui bahwa Anda mencintainya, hal ini membuat anak akan merasa diterima, serta mendorongnya untuk terbuka tentang semua masalah yang dihadapinya.

#Pola makan sehat
Hal terpenting, ganti sebisa mugkin makanan jenis kemasan, diganti buah-buah dan sayuran segar.
Jangan terlalu sering makan di luar bersama keluarga, terutama di restoran siap saji, yang umumnya makanannya mengandung kolesterol tinggi, gula tinggi dll.

Disarankan untuk memasak makanan sendiri saja, hal ini agar dapat mengontrol kandungan kolesterol dan kalori di dalam makanan yang dikonsumsi anak. Utamakan cara masakan dengan cara mengukus atau merebus, dibandingkan dengan cara menggoreng.

Terapkan makan bersama-sama pada anggota keluarga, yang memberikan dampak positif yaitu mendekatkan antar anggota keluarga, menyenangkan, serta menghindari anak menonton TV sambil makan besar maupun cemilan, karena membuat anak kehilangan kontrol dalam mengonsumsi makanan.

Dalam mengubah pola makan anak menjadi sehat, tentunya dilakukan secara perlahan dan dalam jangka waktu yang panjang. Hal yang kurang bijak membatasi semua makanan berkalori tinggi, dsb.

#Gunakan “metode 90/10”
Cobalah membuat aturan bijak dalam keluarga,  seperti metode 90/10. Apa maksudnya? Yaitu 90 persen makanan sehat, dan 10 persen adalah makanan enak (yang mungkin kurang sehat).

Memang penting menghindari makanan tidak sehat, tetapi bukan berarti menghilangkannya sama sekali. Diet terlalu ketat malah dapat menjadi bumerang bagi Anak, karena anak akan merasa terlalu dikekang yang tidak baik bagi psikologinya.

Dengan begitu, anak boleh sekali-kali untuk makan-makanan seperti pizza, es krim, hamburger, kue ulang tahun, dsb.

#Penting untuk mengajak anak beraktivitas
Aktivitas fisik tidak melulu tentang olahraga terstruktur, kita bisa mengajak anak melakukan aktivitas fisik yang disukainya, itu bisa berupa lompat tali, bersepeda, dll.

Orang tua harus semaksimal mungkin membatasi waktu anak untuk duduk menonton TV ataupun bermain game, minilnya batasi agar tidak lebih dari dua jam dalam setiap harinya.

Ajarkan gaya hidup sehat, serta berikan contoh dengan mempraktikkan gaya hidup sehat pada anak, sehingga orang tua juga harus memiliki gaya hidup sehat, seperti suka makan sayur, rajin olahraga, tidak merokok, tidak munum-minuman beralkohol, dll.

Lebih baik jangan memasukan TV ke dalam kamar tidur anak, karena dapat menganggunya, dengan meletakan TV ataupun komputer di luar kamar anak, hal ini membantu anak agar bisa tidur lebih berkualitas, nyaman dan nyenyak.

Jangan lupa:
  1. Pilihkan makanan yang sehat, seperti susu yang rendah lemak, daging, sayur dan buah. Hindari memberikan anak makanan cepat saji, mie instan, junk food, snack ringan, makanan yang tinggi kandungan manis, dan makanan dengan lemak tinggi.
  2. Berikan sarapan pada anak sebelum berangkat ke sekolah, serta membawakannya bekal untuk makan siangnya di sekolah, sehingga orang tua bisa mengontrol asupan gizi anak dengan baik.
  3. Dalam mengolah makanan, utamakan dengan dikukus atau direbus, jangan sering-sering mengolah makanan dengan cara menggoreng.
  4. Biasakan agar anak untuk makan di meja makan, bukan di depan tv, layar computer, atau kamarnya.
  5. Batasi aktifitas bermain game, menonton video atau penggunaan laptop, gadget, dan komputer. Latih anak agar tebiasa bergerak tubuhnya.
  6. Ajaklah anak untuk melakukan kegiatan di luar rumah, apapun itu, hal ini baik untuk fisiknya, dan juga untuk bersosialisasi dengan lingkungan.
  7. Berikan susu yang rendah lemak serta tinggi kalsium pada Anak

Sumber: Voaindonesia.com | Life.viva.co.id | Alodokter.com | Dokter.id